oleh

Dampak Buruk Kebakaran TPA, Pengelola Gagal Antisipasi Terjadinya Kebakaran

gemanews.id,Makassar-Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Antang Makassar menjadi kisah pilu bagi warga Kota Makassar yang berada disekitar Kota Makassar, betapa tidak dengan musibah kebakaran yang terjadi telah membuat masyarakat semakin was was terhadap dampak kebakaran yang terjadi beberapa waktu. Sangat disayangkan sebab TPA Kota Makassar yang idealnya menjadi barometer pengelolaan sampah Di Sulsel, namun dinilai gagal mengantisipasi terjadi musibah kebakaran. Diduga ini terjadi karena ‘Tumpulnya Nalar Pemerintah mengatasi Kebakaran TPA antang. Inilah Pernyataan yamg dilontarkan oleh GEMPAR SUL-SEL.

Kebakaran TPA antang diduga telah terjadi pembiaran yang dilakukan oleh pihak pengelolah TPA dengan dugaan tidak adanya space atau tempat untuk pembuangan sampah selanjutnya, dilihat dari upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kota Makassar itu terkesan lambat dan tidak profesional untuk mengatasi kebakaran TPA Antang.

Terlebih lagi kebakaran yang terjadi ini, berada diwilayah Kota Makassar, yang artinya upaya untuk memadamkan itu akan lebih cepat dan mudah ditunjang dengan sarana dan prasaranan damkar yang sangat lengkap.

Kebakaran TPA Antang seharusnya menjadi salah satu objek penanganan prioritas yang dilakukan oleh pemerintah dengan beberapa pertimbangan dengan hasil kajian serta diskusi pemerintah untuk berupaya menangani kebakaran tersebut.

Disamping itu Kebakaran TPA antang ini sangat merungikan bagi masyarakat yang bermukim di sekitar TPA antang, karna akan mengakibatkan dampak buruk baik kesehatan, pola aktifitas Sosial Masyarakat setempat Serta Polusi Udara, melihat dampak yang timbul dari kebakaran TPA antang ini harusnya pemerintah sigap dan cepat tanggap mengatasi kebakaran tersebut. Terlebih Pemerintah Kota Makassar baru-baru ini pada takbir akbar beberapa waktu lalu mendeklarasikan makassar Go Green artinya dengan adanya Kebakaran TPA antang ini menggagalkan konsep Go Green yang di sampaikan oleh Pemerintah kota makassar Tutur Sadiq Jendral GEMPAR SUL-SEL

lanjut oleh Andri Sekertaris Jendral GEMPAR SUL-SEL, Seharusnya dengan hadirnya bank sampah bisa menjadi solusi penanganan sampah yang efektif dan efisien dengan sistem pengelolaan 3 R yaitu : Reduce (Mengurangi), Re Use (Menggunakan Kembali), dan Recycle (Mendaur Ulang). Akan tetapi dilihat dari fungsi bank sampah di TPA Antang ini tidak dimanfaatkan secara maksimal dan terlihat pemerintah main-main untuk menangani persoalan sampah khususnya di kota makassar ini,

Dan dari pertimbangan diatas Kami melihat bahwa pemanfaatan bank sampah di TPA Antang dinilai tidak efektif dan kurang memberikan dampak positif untuk mengatasi masalah sampah tersebut. Kehadiran Bank sampah ini diharapkan bisa mengelola sampah sebelum di pindahkan ke TPA.

Kehadiran Bank Sampah ini seharusnya bisa menjadi solusi untuk mengatasi persoalan sampah yang ada di makassar, dan kita tahu bersama bahwa untuk mengatasi persoalan sampah pemerintah telah menggelontorkan Anggaran untuk pengelolan Bank sampah Hal ini dilakuakan untuk menghasilkan daerah yang bersih dan sehat. Merujuk dari fungsi bank sampah ini, kehadiran bank sampah ini tidak memberi solusi kongkrit mengatasi masalah sampah dan dinilai penggelontoran anggaran untuk bank sampah ini merugikan anggaran daerah dan diduga pula dijadikan lahan basah bagi Mafia Sampah untuk meraup keuntungan pribadi.

Oleh sebab ini Kami Dari “Gerakan Aktifis Pemuda Makassar (GEMPAR SUL-SEL)” berharap dan meminta kepada Pemerintah agar lebih profesional melihat dan mengkaji persoalan kebakaran TPA antang ini Ujar Sadiq Ketua GEMPAR SUL-SEL

#pemerintah Tutup mata dan telinga, masyarakat tutup Usia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Post Terkait