oleh

Baruga Simbol Perjuangan Rusda Mahmud

-Nasional-733 Dilihat

gemanews.id,Jakarta-September 2019 lalu, sebanyak 575 Anggota DPR RI hasil Pemilu 2019 ditasbihkan secara sah sebagai penghuni Senayan untuk masa bakti 2019 – 2024. Tak sedikit wajah baru menghiasi acara pelantikan. Dan, di antara wajah-wajah baru yang masih tampak asing itu, terdapat seorang Rusda Mahmud dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara. Lantas, siapa Rusda Mahmud?

Rusda adalah kader Partai Demokrat. Sebagai pendatang baru, ia termasuk sosok legislator fantastik untuk ukuran Sulawesi Tenggara yang memiliki wajib pilih hanya sekitar 1.685.377 orang. Bayangkan, ia berhasil melenggang ke Senayan dengan menyisihkan pesaing-pesaingnya, setelah dipastikan meraup 97 ribu lebih suara.

Rusda, begitu ia dipanggil, memulai karier politiknya dari Kolaka Utara. Sebuah daerah yang terletak di bibir Teluk Bone di sebelah Barat dan berbatasan Kabupaten Luwu Timur, Prov. Sulawesi Selatan di Utara. Kolaka Utara adalah daerah hasil pemekaran Kabupaten Kolaka pada 2003. Ia menjadi bupati pertama terpilih melalui Pilkada pada tahun 2007.

Bertahun-tahun, Kolaka Utara hanya menjadi sebuah cerita tentang daerah yang gelap gulita di malam hari tanpa penerangan listrik. Bahkan, hingga tahun 2005, masih sering terdengar orang menyebut Kolaka Utara sebagai daerah “tempat jin buang anak”. Namun, Rusda berhasil mengubah wajah daerah itu dalam lima tahun masa pemerintahannya.

Semenjak itu, Rusda Mahmud menjadi berita. Ia bahkan kerap menjadi buah bibir. Terobosannya yang dinilai berani namun inovatif, diperbincangkan oleh khalayak. Karena terbukti mampu mengantarkan Kolaka Utara jauh lebih maju dibandingkan dengan daerah-daerah otonom baru lainnya hasil pemekaran yang seusia dengannya.

Tak sia-sia. Kerja keras Rusda membangun Kolaka Utara, tak luput dari perhatian masyarakatnya. Karena dinilai berhasil, maka, sebagai kompensasinya, Rusda pun kembali dipilih sebagai bupati untuk kedua kalinya pada Pilkada Kolaka Utara 2012 untuk periode 2012 – 2017. Rusda Mahmud kala itu, benar-benar dikehendaki oleh rakyat Kolaka Utara.

Pada periode keduanya, Rusda tetap konsisten pada pembangunan infrastruktur. Hal ini membuat Kolaka Utara relatif bukan lagi daerah yang terisolir sepenuhnya, seperti sebelumnya. Berkat ketersediaan jalan dan jembatan, hasil-hasil pertanian, perkebunan, dan kehutanan, sudah dapat diangkut dengan kendaraan roda empat menuju kota. Sebaliknya, produk-produk perkotaan sudah dapat menjangkau pelosok, jauh di balik gunung.

Usai sepuluh tahun masa pengabdiannya di Kolaka Utara, Rusda tak berhenti. Para pendukung yang terdiri dari sahabat, kolega, dan kerabat, mendorong dirinya maju pada Pilkada Sultra 2018. Namun, takdir berkehendak lain dan ternyata memang tempat Rusda bukan di situ. Menjadi orang nomor satu di Sultra, ternyata telah ditakdirkan untuk orang lain, bukan dirinya.

Gagal di Pilgub Sultra, tak lantas membuat Rusda patah arang. Baginya, lapangan pengabdian tak hanya di eksekutif. Tetapi juga di legislatif, tak kalah strategisnya. Ia pun kemudian mencoba menempuh jalur itu untuk memastikan takdirnya yang lain: Senayan. Benar saja, hasil Pemilu Legislatif 2019 mengantarkan dirinya menjadi penghuni Senayan dan menjadi bagian dari keseluruhan yang disapa sebagai “Yang Terhormat.”

Akan tetapi, dengan status barunya itu, Rusda menyadari bahwa tanggung jawab pengabdiannya semakin besar. Bukan hanya sebatas Kolaka Utara, tetapi seluruh Sulawesi Tenggara sebagai konsekuensi daerah pemilihannya. Oleh karena itu, Rusda kemudian memutuskan mendirikan rumah aspirasi di Kota Kendari.

Pendirian rumah aspirasi itu yang kemudian diberi nama “Baruga Rusda Mahmud”, dimaksudkan sebagai tempat untuk menerima aspirasi masyarakat dari berbagai pelosok Sulawesi Tenggara. Baruga dalam tradisi bugis adalah sebuah bangunan yang khusus dibuat untuk kegiatan yang memiliki nuansa suka cita, seperti, pesta rakyat.

Bagi seorang Rusda Mahmud, baruga itu adalah simbol kepedulian dan komitmen perjuangannya untuk masyarakat Sulawesi Tenggara. Sebuah komitmen

Oleh : Yarifai Mappeaty

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *