oleh

Humas Polda Sulsel Beri Edukasi Siswa, Bijak Menggunakan Sosmed

gemanews.Id.Makassar – Humas Polda Sulsel Ajak Siswa SMA di Makassar Bijak Gunakan Medsos. Ajakan diimplementasikan oleh Humas Polda Sulsel dengan mengunjungi sekolah SMU Di Kota Makassar.
Kasubbid Penerangan Masyarakat (Penmas) Bidang Humas Polda Sulsel Kompol Muhammad Arsyad, S Sos MH didampingi Kaur Mitra Penata Tk I Asbar S Ag Kaur Penum AKP Sudirno, SH melaksanakan kemitraan jumpa netizen dengan berkunjung ke SMU Negeri 5 Makassar, untuk mengajak para siswa bijak dan cerdas dalam bermedia sosial serta menangkal hoaks, Kamis (23/01/20).

Wakil kepala SMA Neg 5 Makassar bidang kehumasan Hj Rondia, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya, menuturkan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Polri khususnya Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel berkenan berkunjung dan memberikan edukasi kepada siswa kami tentang bijak bermedia sosial, apalagi usia pelajar ini sangat rentan karena emosi sangat labil, jadi ini sudah tepat kehadiran pak Polisi masuk sekolah, anak-anak kami harus tau bagaimana dampak media sosial, saya tidak mau dengar ada siswa kami yg di penjara karena medsos dan menyebarkan berita bohong “ungkapnya”.

Kompol Muh Arsyad dalam paparannya mengajak kepada perwakilan siswa untuk cerdas dan bijak dalam bermedia sosial, juga hati-hati dengan penyebaran hoax, apalagi tahun 2020 ini Sulsel melaksanakan Pilkada serentak di 12 kab/kota.

“ini rawan ada orang-orang yang sengaja memprovokasi dengan penyebaran hoax, fitnah dan muncul kampanye hitam di dunia maya, makanya jangan ikut-ikutan menyebarkan hal negatif, tapi ambil dari segi positifnya, “tuturnya”.

“Dalam kunjungannya tersebut, Kasubbid Penmas memberi tips pamungkas 5 cara bijak menggunakan media sosial.
Pertama, jangan posting sembarangan, kedua, kenali teman-teman media sosial, ketiga, jangan asal share berita, keempat, jangan sok tahu segalanya dan jangan menyinggung unsur SARA “sambungnya”.

“diakhir pencerahannya, mengharapkan kepada siswa untuk memanfaatkan media sosial, sebagai pelajar gunakan untuk pendidikan dengan edukasi instan menambah wawasan keilmuannya, selalu berfikir positif dan selalu yakin persatuan dan kesatuan NKRI akan selalu terjaga, serta saling menghormati, menghargai hidup lebih baik dan damai,” katanya.

Acara ini disertai dengan tanya jawab dan ditutup dengan foto bersama.