oleh

Mantap! Makassar Aman Faktanya Warga Belanja Malah di Busur OTK

Gemanews.id-Makassar – Kota Makassar, Sulawesi Selatan kembali lagi dihebohkan dengan aksi pembegalan dikota Makassar dengan cara mengunakan busur.Orang tidak dikenal (OTK)

Padahal Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengklaim Kota Daeng telah aman menurun tingkat keimanal saat melakukan penjelasan saat pemusnahan barang bukti di Polres tabesbes Makassar di depan awak media

Danny juga menuturkan keamanan itu lantaran dengan kehadiran Batalyon 120 yang telah memberikan ketenangan dan ketentraman bagi warga Makassar.

Namun kenyataannya yang terjadi dan fakta terjadi aksi begal masih terjadi di Jalan Ir Sutami, Makassar, Rabu (14/9/2022) dini hari,membuat warga semakin cemas dan tidak nyaman untuk warga Sulsel berdomisili di kota Makassar maupun yang ingin masuk makassar malam.

Seperti yang di alami Korban Muhammad Akbar (21) diketahui bersama temannya sedang berbelanja makanan dan minuman di sekitar lokasi kejadian di kecamatan Biringkanaya kota Makassar

Kemudian sekelompok orang tidak dikenal mengendarai sepeda motor sebanyak 3 unit dan masing-masing berboncengan 3 (9 orang) dari arah terowongan menuju ke arah Maros

Orang tidak dikenal tersebut kemudian memutar balik mengancam korban dengan menggunakan anak panah (busur) dan mengambil HP milik korban ungkap Muh akbar

Setelah itu pelaku melepaskan anak panah ke arah korban sebanyak 2 kali yang mengenai bagian perut sebelah kiri yang mengakibatkan korban mengalami luka tusuk ucapnya.

Pelaku berhasil mengambil HP Vivo Y12 warna biru milik korban

Sementara itu korban dilarikan dan dirawat di RS Wahidin Sudirohusodo untuk proses pengobatan dan perawatan

Menurut korban salah satu dari pelaku menggunakan motor Honda PCX tandasnya

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto bersama Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto hadir dalam sesi pemusnahan senjata tajam dari Batalyon 120 Makassar di Lapangan Apel Polrestabes Makassar, Selasa (13/09/2022).

Pemusnahan ini juga dihadiri oleh Kajari Makassar Andi Sundari dan Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo.

Danny mengatakan sejak terbentuknya Batalyon 120 ini tingkat kriminalitas di Kota Makassar menurun signifikan seperti pembusuran, penikaman dan geng motor.

“Sebenarnya anak-anak ini mau baik dan butuh ruang didengar. Mereka mau juga melakukan usaha cuci motor, Jukir ada juga yang mau ikut paket C biar ada ijazahnya. Jadi kita rangkul dan bina dengan baik. Sentuh hatinya,” kata Danny

Senada, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto menegaskan jika tidak ada terjadi tindakan pidana khususnya di markas Batayon 120 Jalan Korban 40 ribu jiwa.

“Itu terjadi kesalahan komunikasi. Barang bukti yang didapat saat penggerebekan itu adalah sajam yang sudah mau diserahkan ke kami dihari Seninnya. Kan dia digrebek hari minggu,” sebutnya.

Katanya, pemusnahan ini sudah ke 6 kalinya. Dengan rincian pada bulan april sebanyak 180 busur, bulan Mei terdapat 200 busur, Juni 170 busur, Juli 110 busur, Agustus 80 busur dan 11 Ketapel.

“September ini 200 busur, 101 ketapel, Parang 3, Papporo 1, serta 1 buah tombak. Ini dimusnahkan semua. Kami jujur sangat terbantu dengan kehadiran Batalyon ini sebagai wadah untuk mengurangi peredaran geng-geng motor yang membawa busur,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kapolda Sulsel, Irjen Nana Sudjana, belum lama ini seringkali memberikan atensi khusus terkait kembali maraknya kejahatan jalanan di wilayah hukumnya.

Mulai dari aksi balap liar, tawuran hingga aksi begal, yang tentunya mengusik rasa aman dan nyaman dari masyarakat

Orang nomor satu di Polda sulsel itu telah menginstruksikan jajarannya agar menindak tegas para pelaku kejahatan jalanan, semisal pelaku pemanahan maupun orang yang kedapatan membawa ketapel alias busur.

Hal itu juga sekaligus merespons maraknya aksi teror geng motor, dimana pelaku kerap memanah warga di Kabupaten Gowa dan Kota Makassar.

“Saya atensikan kepada jajaran Polres dan Polsek untuk tegas, baik yang membawa busur ataupun pelaku pembusuran, baik itu individu maupun mereka yang melakukan secara berkelompok. Untuk jajaran Polres dan Polsek, saya perintahkan untuk tindak agar mereka mendapatkan efek jera,” kata Nana, belum lama ini

Kendati demikian, klaim yang disampaikan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto tidak sesuai fakta lapangan. Berdasarkan investigasi lapangan kehadiran ormas Batalyon 120 ini sangat meresahkan masyarakat.

Terpisah, Kapolsek Tamalanrea Kompol Dr. Saharuddin, SH, MM
yang di hubungi WhatsApp oleh awak media, membenarkan kejadian ini

Tim Resmob Polsek Tamalanrea kota Makassar sementara melakukan pengejaran kepada pelaku pembusuran Korban Muhammad Akbar tandasnya(**)