Ad imageAd image

Keluarga Korban Penembakan Insiden Sapiria vs Borta Minta Penegakan Hukum dan Pengungkapan Aktor Utama

admin
By admin 275 Views Add a Comment

Gemanews.id-MAKASSAR – Keluarga korban penembakan dalam insiden maut antara kelompok Sapiria vs Borta akhirnya angkat bicara dan menyuarakan harapan agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus yang menewaskan Nur Syam alias Kipas (40) pada Minggu malam, 16 November 2025, di kawasan Pekuburan Beroanging, Kecamatan Tallo, Makassar.

Korban yang mengalami luka tembak di bagian kepala dinyatakan meninggal dunia tidak lama setelah kejadian.

Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang konflik kelompok di wilayah Tallo yang selama ini dianggap rawan bentrokan.

Ad imageAd image

Rijal, salah satu perwakilan keluarga korban, menyampaikan langsung kepada awak media pada Minggu malam, 23 November 2025, bahwa keluarga sangat berharap proses hukum berjalan transparan dan tegas.

“Kami meminta kepada pihak kepolisian Polrestabes Makassar untuk mengusut tuntas dan segera menangkap aktor maupun pelaku lain yang terlibat dalam insiden penembakan ini,” ujar Rijal.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian yang telah mengamankan satu orang terduga pelaku beserta barang bukti yang berkaitan dengan penembakan tersebut.

Ad imageAd image

Lebih lanjut, keluarga menuntut agar para pelaku yang diduga terlibat, termasuk pihak yang membiayai pembelian senjata jenis senapan angin yang digunakan dalam insiden tersebut, diberikan hukuman seberat-beratnya.

“Kami berharap para diduga pelaku penembakan dan aktornya yang membiayai pembelian senjata diberikan hukuman berat sesuai hukum yang berlaku di republik ini,” tegasnya.

Rijal menolak tudingan yang menyebut korban sebagai panglima perang atau bagian dari kelompok tertentu.

“Korban bukan panglima perang seperti yang dituduhkan. Kami minta keadilan berpihak kepada keluarga kami yang benar-benar menjadi korban dalam insiden Sapiria vs Borta ini,” ungkapnya.

Di akhir penyampaiannya, keluarga berharap aparat keamanan TNI–Polri dapat terus memperketat penjagaan di wilayah rawan konflik kelompok tersebut, khususnya di Kecamatan Tallo.

“Harapan kami, TNI–Polri tetap menjaga wilayah rawan perang kelompok Sapiria vs Borta, agar masyarakat tidak lagi was-was dengan kejadian serupa,” tutup Rijal.(**)

Share This Article
Leave a review