Ribuan Burung Migran dari Rusia dan China Singgah di Kediri, Jadi Fenomena Alam yang Menarik Perhatian Warga

admin
By admin 116 Views Add a Comment

Gemanews.id-Jatim-Fenomena alam menarik terjadi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, ketika ribuan burung migran yang berasal dari wilayah Rusia dan China terlihat singgah di langit serta hamparan persawahan di sejumlah wilayah daerah tersebut.

Kehadiran kawanan burung ini menarik perhatian masyarakat setempat. Warga menyebut burung-burung tersebut kerap terlihat terbang berkelompok pada pagi dan sore hari, lalu mendarat di area persawahan untuk mencari makan serta beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan migrasi mereka.

Fenomena ini umumnya terjadi setiap musim dingin di belahan bumi utara, yakni sekitar bulan Desember hingga Maret. Pada periode tersebut, burung migran melakukan perjalanan ribuan kilometer menuju wilayah dengan iklim lebih hangat dan ketersediaan makanan yang cukup.

Di Kediri, burung-burung migran terlihat memanfaatkan area sawah, lahan basah, tegalan, hingga perkebunan tebu sebagai tempat mencari serangga kecil yang menjadi sumber makanan.

Warga menyebutkan bahwa sejak beberapa pekan terakhir, kawanan burung tampak memenuhi langit pada waktu pagi dan sore hari, khususnya di wilayah Kecamatan Gampengrejo dan sejumlah kawasan persawahan lainnya di Kabupaten Kediri.

Beberapa jenis burung migran tercatat singgah di wilayah ini. Salah satunya adalah Terik Asia (Glareola maldivarum), yang dikenal rutin melintasi jalur migrasi East Asian–Australasian Flyway sebelum menuju kawasan Asia Tenggara hingga Australia.

Kediri dinilai menjadi salah satu titik persinggahan penting dalam jalur migrasi tersebut.

Keberadaan lahan basah dan area persawahan menyediakan sumber makanan melimpah serta tempat beristirahat yang aman bagi burung-burung migran sebelum melanjutkan perjalanan panjang mereka.

Selain menjadi fenomena alam yang menarik, kehadiran burung migran juga memberikan dampak positif bagi ekosistem dan masyarakat petani.

Burung-burung tersebut membantu mengendalikan populasi serangga hama secara alami, sehingga berkontribusi terhadap perlindungan tanaman dan hasil panen.

Fenomena ini juga dinilai sebagai indikator bahwa kondisi lingkungan di Kediri masih relatif baik dan mampu mendukung kehidupan satwa liar yang bermigrasi

Menanggapi peristiwa tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA) mengimbau masyarakat untuk tidak memburu, menangkap, atau mengganggu burung migran yang singgah di wilayah tersebut.
Pihak BBKSDA menegaskan bahwa burung migran merupakan bagian penting dari keanekaragaman hayati yang harus dilindungi. Aktivitas perburuan dapat melanggar hukum, karena sebagian jenis burung migran termasuk dalam kategori satwa yang dilindungi.

BBKSDA juga menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap kawasan-kawasan yang menjadi titik singgah burung migran untuk memastikan keamanan hingga burung-burung tersebut melanjutkan perjalanan kembali ke habitat asalnya.

Masyarakat pun diimbau untuk ikut menjaga kebersihan habitat, melaporkan jika terdapat aktivitas ilegal terkait perburuan burung migran, serta menikmati fenomena alam tersebut secara bijak dengan tetap menghormati kelestarian alam.

Share This Article
Leave a review