Gemanews.id-Palopo – Musyawarah Provinsi (Musprov) I Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Sulawesi Selatan yang digelar di Kota Palopo pada 27–28 Desember 2025 berlangsung ricuh dan tidak sesuai agenda.
Forum tertinggi organisasi tingkat provinsi itu bahkan terancam gagal dilanjutkan setelah Ketua Steering Committee (SC) bersama sejumlah pengurus Pengprov PORDI Sulsel dilaporkan meninggalkan arena Musprov.ini sangat Memalukan
Sejumlah peserta menyebut peristiwa tersebut sebagai bentuk yang sangat memalukan bagi organisasi olahraga yang baru berkembang di Sulawesi Selatan itu.

Ketua SC Musprov bersama beberapa pengurus Pengprov PORDI Sulsel disebut “kabur” dan kembali ke Makassar saat forum belum menyelesaikan agenda utama.
Informasi itu dibenarkan oleh salah satu peserta Musprov yang dihubungi awak media melalui pesan WhatsApp.
Menurutnya, panitia pengarah bersama pengurus provinsi meninggalkan lokasi tanpa penjelasan resmi kepada peserta.
“Iya, benar. Steering Committee bersama pengurus Pengprov PORDI Sulsel meninggalkan arena Musprov dan pulang ke Makassar. Padahal agenda masih berjalan,” ujar peserta tersebut.
Akibat tindakan itu, jalannya Musprov menjadi kacau dan agenda pemilihan Ketua Pengprov PORDI Sulsel periode selanjutnya tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal.
Sejumlah peserta menengarai keputusan meninggalkan forum tersebut dilatarbelakangi kekhawatiran pihak tertentu tidak dapat memenangkan proses pemilihan apabila Musprov dilanjutkan secara demokratis.
Dalam Musprov ini, Andi Baso Riyadi Mappasule (ABRM) kembali maju sebagai calon ketua dan berhadapan dengan Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Berdasarkan data dukungan yang beredar di arena Musprov, ABRM disebut hanya mengantongi dukungan enam Pengurus Daerah (Pengda) PORDI se-Sulawesi Selatan.
Dukungan tersebut termasuk empat Pengda caretaker yang ditunjuk menjelang Musprov dan Surat Keputusan (SK)-nya diterbitkan oleh Andi Baso Riyadi Mappasule, dengan tanggal yang disebut-sebut dimundurkan.
“Seharusnya saat ini kita sudah masuk agenda pemilihan ketua. Tapi pengurus provinsi selaku steering bersama ketua serta enam Pengda pendukungnya meninggalkan forum begitu saja,” kata peserta Musprov lainnya.
Di sisi lain, beredar pula selembar kertas berisi tanda tangan sejumlah Ketua Pengda PORDI kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Dokumen tersebut diduga merupakan pernyataan sikap penolakan terhadap penundaan Musprov I PORDI Sulsel dan menyatakan bahwa Andi Baso Riyadi Mappasule dinilai tidak lagi layak memimpin PORDI Sulsel pada periode mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pengprov PORDI Sulsel maupun Ketua Steering Committee terkait alasan meninggalkan arena Musprov. Para peserta berharap ada klarifikasi terbuka serta penjadwalan ulang Musprov agar organisasi PORDI Sulsel dapat berjalan sesuai prinsip musyawarah dan demokrasi.(**)


