Kapolri: Janji Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS

admin
By admin 32 Views Add a Comment

Gemanews.id-JAKARTA — Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menuntaskan kasus penyerangan terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Kapolri menyatakan telah menerima mandat langsung dari Prabowo Subianto guna membongkar pelaku sekaligus aktor intelektual di balik aksi penyiraman air keras tersebut secara transparan dan profesional.

Pernyataan itu disampaikan Jenderal Sigit saat meninjau arus mudik di Stasiun Surabaya Gubeng, Minggu (15/3/2026).

Di sela pemantauan layanan transportasi bagi pemudik, Kapolri menegaskan bahwa pengusutan kasus penyerangan terhadap aktivis HAM itu menjadi perhatian serius institusinya.

“Terkait perkembangan penyerangan terhadap aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan secara tuntas, profesional, dan transparan,” ujar Sigit kepada awak media.

Kapolri menegaskan, penyelidikan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan ilmiah atau Scientific Crime Investigation (SCI) guna memastikan setiap bukti yang dikumpulkan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Menurutnya, tim penyidik saat ini masih melakukan pendalaman keterangan saksi serta pengumpulan berbagai barang bukti di lapangan.

“Langkah-langkah yang kita lakukan tetap mengedepankan investigasi kejahatan secara ilmiah.

Informasi yang ada sedang kami kumpulkan dan akan didalami satu per satu,” katanya.

Ia menambahkan, proses penyelidikan melibatkan tim dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya.

Kepolisian, kata dia, berkomitmen menyampaikan perkembangan penanganan perkara tersebut kepada publik secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas.

Kronologi Penyerangan
Insiden penyerangan terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Jalan Salemba, Jakarta Pusat.

Saat itu, Wakil Koordinator KontraS tersebut diduga dicegat dua pria tak dikenal yang berboncengan sepeda motor sebelum menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban.

Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius dengan tingkat cedera dilaporkan mencapai sekitar 24 persen dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa ini memicu kecaman dari berbagai kalangan, termasuk sejumlah tokoh nasional.

Mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan serta mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diketahui menjenguk korban sebagai bentuk solidaritas sekaligus mendorong penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku.

Sejumlah organisasi masyarakat sipil juga mendesak aparat penegak hukum agar mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk mengungkap kemungkinan adanya aktor intelektual di balik aksi kekerasan terhadap pembela hak asasi manusia.(**)

Share This Article
Leave a review