oleh

Korupsi PUPR Menuai Aksi GEMPUR, Copot Kadis dan Tangkap Pemenang Tender Jadi Mascot

Gemanews.id-PINRANG, — Kasus Korupsi yang dilakukan Instansi Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pinrang dan korporasi pemenang tender di Taman Lasinrang, Kabupaten Pinrang memaksa Gerakan Mahasiswa Pinrang Utara (GEMPUR) menggelar aksi unjuk rasa

puluhan massa aksi GEMPUR dengan berbagai varian aksi diantaranya longmars dari mesjid Al-Munawir, taman lasinrang, Polres, kejari pinrang dengan membawa grand isu “Copot Kadis PUPR,Periksa Tangkap Pemenang Tender PT ALF atas Penyelewengan Anggaran”.

Varian aksi yang digelar Kamis (15/07/2020) juga melakukan pembakaran Ban dan Orasi secara bergantian.

Haidir Ali selaku jendral lapangan mengatakan dalam orasinya bahwa, supremasi hukum di kabupaten Pinrang lemah, sebab tidak diwujudkan sebagaimana semestinya.

sebab, banyak sekali ketimpangan sampai pada kemandekan kasus – kasus korupsi yang belum jelas statusnya di tubuh penegak hukum di Kabupaten Pinrang.

“Kami sudah melakukan investigasi dilapangan terkait proyek realisasi belanja jalan, irigasi dan jaringan senilai Rp.460.000.000,00 Dinas PUPR Kab. Pinrang 2019 yang di tender oleh PT. ALF yang tak kunjung jelas statusnya dan masih mandek sampai saat ini” ujarnya.

ia menambahhkan bahwa, adapun Proyek peningkatan jalan ruas bungi-rajang yang bersumber dari Dana Alokasi Umum ( DAU) dengan Pagu Rp.4.000.000.000,00 Dan HPS RP 3.999.990.862,93 yang ditender oleh CV. Mulia Trans Marga dari Instansi PUPR Kab. Pinrang

Proyek tersebut juga jelas ada indikasi korupsi yang dilakukan oleh pihak PUPR Kabupaten Pinrang dengan pemenang tender sebab realisasinya tidak sesuai dengan PAGU yang ada dengan ketebalan aspal yang sangat tipis sesuai hasil investigasi kawan-kawan.

“sehingga kami dari GEMPUR meminta penegak hukum dalam hal ini Polres Dan Kejari Kab. Pinrang untuk melakukan pemeriksaan terkait indikasi pengerjaan jalan yang tidak sesuai menurut kami secara kelembagaan” ungkap gonrong nama lapangannya.

“kami juga meminta kepada bupati pinrang untuk mencopot kadis PUPR dan mempertanggung jawabkan kelakuannya yang jelas-jelas akan menjadi virus buruk dikota lasinrang dan akan menindaklanjuti ke polda, kejati sulsel ketika penegak hukum di kabupaten pinrang tidak mampu menyelesaikan” tegas jendral lapangan.

Adapun Tuntutan ( GEMPUR) sebagai berikut
* Copot Kadis PUPR, Periksa Dan Tangkap Pemenang Tender PT ALF Yang Melakukan Penyelewangan Anggaran
* Mendesak Polres Dan Kejari Kab.Pinrang untuk melakukan penyelidikan dugaan korupsi proyek peningkatan jalan ruas bungin-rajang
* Meminta Penegak Hukum Mempercepat Proses Penanganan Kasus Tindak Pidana Korupsi Di Kab. Pinrang
* wujudkan supremasi hukum di kabupaten pinrang
* meminta penegak hukum menyelesaikan semua kasus korupsi yang mandek di kab.pinrang(**)