oleh

Mantan Aktivis Univ 45, IAS GubernurKu Bukan Tipe Pemimpin Pendendam

-Sulselbar-464 Dilihat

Gemanews.id-Makassar-Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wil 05 Kab Bone, Andi Herman Sampara menjelaskan alasan mengapa kandidat bakal calon gubernur Sulsel 2024, Dr Ilham Arief Sirajuddin (IAS), sangat diterima di mana-mana.

“Alasan yang paling logis di kepala saya mengapa Pak Aco (sapaan akrab IAS–red) diterima di mana-mana itu karena
jejak kebaikan-kebaikannya yang begitu panjang,” jelas mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kab Bone ini, di sela-sela Silaturahmi Anggota dan Pengurus RAPI Bone bersama IAS, di Melocca Kopi, Jalan Sultan Hasanuddin, Watampone, Ahad, 26 Februari 2023.

Bahkan, sambung figur yang digadang-gadang sebagai calon Bupati Bone 2024 itu, dirinya dan keluarga juga ikut merasakan sederet kebaikan IAS sebagai sosok pemimpin.

“Jadi, sangat wajar kalau orang baik seperti IAS diterima di mana-mana,” tegasnya.

Silaturahmi itu dihadiri begitu banyak tokoh masyarakat dan pemuda Bone. Di antaranya legislator Bone, Andi Wahyu, Andi Iwan Burhanuddin, mantan camat di Bone, Andi Aksi dan Andi Bambang.

Salah satu kebaikan IAS yang banyak menjadi cerita saat menjabat wali kota Makassar dua periode (2004-2014) adalah perhatian kepada aktivis mahasiswa dari luar Makassar, apalagi dari Bone.

Mantan Aktivis Univ 45, Andi Habibie berkisah dirinya sempat bingung melihat karakter IAS sebagai pemimpin. Tidak punya kebiasaan membenci, apalagi menyimpan dendam.

“Saya dan teman-teman di 45 itu paling sering mendemo sejumlah kebijakan wali kota ketika itu. Tapi herannya, setiap ada kegiatan kami, IAS paling peduli dan mengurus semua kebutuhan kegiatan. Saya bahkan pernah berpikir, jangan-jangan Kak Aco ini wali,” ujarnya.

Habibie bahkan memastikan, mereka-mereka yang begitu getol mendemo adalah orang-orang yang merasakan uluran tangan IAS di pengujung studi mereka.

“Saya salah satunya. Justru yang mensupport saya adalah Pak Ilham di tahun 2006. Ini artinya, Pak Ilham sama sekali tidak punya karakter pembenci atau menyimpan dendam. Saya harus menceritakan ini, menyambung penegasan Pak Herman soal banyaknya kebaikan IAS di mana-mana,” tutupnya. (*)