Ad imageAd image

Tim SAR Gabungan Temukan Barang Milik Korban dan Bagian Pesawat, di Lokasi Jatuhnya ATR 42-500

admin
By admin 214 Views Add a Comment

Gemanews.id-Makassar — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang jatuh di wilayah Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, terus berlanjut.

Hingga hari ketiga pelaksanaan operasi, Mulai Sabtu (17/1/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban serta beberapa bagian pesawat di area pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan temuan tersebut diperoleh dari hasil penyisiran intensif tim darat di jalur ekstrem antara puncak dan Pos 9 jalur pendakian.

Ad imageAd image

“Tim SAR gabungan menemukan berbagai barang yang diduga milik korban, seperti dokumen pribadi, dompet, buku catatan, hingga barang elektronik. Selain itu, ditemukan pula beberapa bagian pesawat, antara lain pelampung dan fire signal, di sekitar area bagian kepala pesawat,” ujar Arif Anwar dalam keterangan resminya.

Ia menjelaskan, seluruh barang dan bagian pesawat yang ditemukan telah diamankan, didata, serta ditandai titik koordinatnya sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP).

Temuan tersebut dinilai penting sebagai petunjuk untuk mempersempit area pencarian dan menentukan langkah lanjutan dalam proses evakuasi.“Medan di lokasi kejadian sangat curam dan memiliki risiko tinggi.

Ad imageAd image

Proses pencarian dilakukan dengan teknik khusus, termasuk rappelling dan pembukaan jalur, sehingga membutuhkan waktu, ketelitian, serta koordinasi yang kuat antar unsur SAR,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh tim SAR gabungan yang tetap bertugas di tengah keterbatasan dan kondisi alam yang ekstrem.

“Penemuan barang-barang milik korban dan bagian pesawat menunjukkan bahwa tim SAR gabungan telah berada di titik-titik krusial.

Ini merupakan hasil kerja keras, disiplin, serta kolaborasi seluruh unsur yang terlibat di lapangan,” tegas Mohammad Syafii.

Menurutnya, kondisi cuaca dan karakter alam masih menjadi tantangan utama dalam operasi SAR. Kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat kerap menghambat pergerakan tim, baik melalui jalur udara maupun darat.

“Meski menghadapi tantangan tersebut, tim SAR gabungan tetap bekerja secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan seluruh personel. Operasi pencarian dan evakuasi akan terus dilanjutkan secara profesional dan terukur,” jelasnya.

Basarnas menegaskan bahwa setiap perkembangan operasi SAR akan disampaikan secara resmi kepada publik. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi dan mempercayakan sepenuhnya proses pencarian serta evakuasi kepada tim SAR gabungan.(**)

Share This Article
Leave a review