Dugaan Penganiayaan Aktivis oleh Oknum Kades di Manggarai Timur Disorot, Kasus ini Mulai Tahap Klarifikasi Aparat Kepolisian 

admin
By admin 109 Views Add a Comment

Gemanews.id-Manggarai Timur — Penanganan kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang aktivis oleh oknum kepala desa di Kabupaten Manggarai Timur mulai memasuki tahap klarifikasi oleh aparat kepolisian.

Proses ini menjadi sorotan publik, mengingat terduga pelaku merupakan pejabat pemerintahan di tingkat desa (Kades)
Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan terkait peristiwa tersebut telah teregister dengan Nomor: LP/04/IV/2026/PAMAPTA/SEK S. RAMPAS/RES MATIM TIMUR. Menindaklanjuti laporan itu, penyidik Unit Reskrim Polsek Sambi Rampas telah menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Sp. Lidik/24/IV/2026 tertanggal 10 April 2026.

Pada Senin (14/4/2026), pelapor yang juga korban, Sugianto, bersama dua saksi masing-masing berinisial NP (19) dan Z (30), memenuhi undangan klarifikasi dari penyidik di Polsek Sambi Rampas.

Ad imageAd image

Salah satu saksi, Z, mengaku menyaksikan langsung peristiwa tersebut. usai memberikan keterangan, ia menyatakan bahwa dugaan penganiayaan memang terjadi dan dilakukan oleh WJ yang diketahui menjabat sebagai Kepala Desa Nanga Mbaur.

“Saya telah memberikan keterangan sesuai apa yang saya lihat. Betul, terjadi aksi penganiayaan. Saya bahkan sempat melerai kejadian tersebut,” ujarnya.

Kasus ini memantik perhatian masyarakat karena melibatkan figur publik di tingkat desa.sejumlah pihak menilai tindakan tersebut, jika terbukti, mencederai prinsip kepemimpinan yang seharusnya memberi teladan bagi warga.

Aktivis Nanga Mbaur, Sadam Husein, menegaskan bahwa kritik merupakan bagian dari kontrol sosial dalam sistem demokrasi di tingkat desa.

Ia menilai, respons terhadap kritik tidak seharusnya dilakukan dengan kekerasan.

“Merespons kritik dengan kekerasan bukan hanya mencederai demokrasi, tetapi juga berpotensi menjadi tindak pidana,” tegasnya.

Sementara itu, pihak keluarga korban berharap aparat penegak hukum dapat menangani perkara ini secara profesional dan transparan.

Orang tua korban, Muhammad Ali, menyatakan kepercayaan penuh kepada kepolisian untuk menegakkan hukum secara adil.

“Kami memilih menempuh jalur hukum dan menahan diri dari tindakan di luar hukum. Kami berharap proses ini berjalan dengan integritas dan memberikan keadilan bagi anak kami,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih melakukan pendalaman melalui tahapan klarifikasi terhadap para pihak terkait.

Polisi belum menyampaikan keterangan resmi terkait penetapan status hukum terduga pelaku.(**)

Share This Article
Leave a review