Ad imageAd image

Gara-gara Honor Dihapus, 700 Guru Paud Maros Melakukan Aksi Demo Dikantor Disdikbud dan DPRD

admin
By admin 313 Views Add a Comment

Gemanews.id-MAROS — gara-gara gaji dihapus, 700 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Maros mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Kantor DPRD Maros kasian, Rabu (25/2/2026).

Para guru-guru paud mereka datang memprotes penghapusan alokasi upah guru PAUD dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Disdikbud Maros Tahun Anggaran 2026.

Aksi berlangsung di tengah hujan yang mengguyur wilayah Maros. Para guru tetap bertahan di halaman kantor Disdikbud dengan mengenakan jas hujan dan membawa poster berisi tuntutan.

Ad imageAd image

Mereka berorasi secara bergantian, menyampaikan keberatan atas kebijakan yang dinilai meresahkan dan berdampak langsung pada penghasilan mereka.

Salah satu poster yang dibentangkan bertuliskan, “Mutasi Dia…..Menakutkan”.

Ketua Forum PAUD Maros, Fitriani, mengatakan bahwa dalam DPA Tahun 2026, alokasi upah untuk guru PAUD tidak lagi tercantum.

Ad imageAd image

“Per tahun 2026, upah PAUD di DPA Dikbud sudah hilang,” ujar Fitriani kepada wartawan.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat ratusan guru resah karena honor tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan utama mereka.

Ia menyebutkan, sekitar 700 guru terdampak akibat tidak adanya alokasi anggaran tersebut.

Fitriani menjelaskan, selama ini besaran honor yang diterima guru PAUD berbeda-beda, tergantung jenjang dan status lembaga tempat mereka mengajar. Untuk TK negeri, honor sebesar Rp1 juta per bulan.

TK swasta menerima Rp700 ribu per bulan, Kelompok Bermain Rp600 ribu per bulan, dan Kader PAUD Holistik Integratif sebesar Rp500 ribu per bulan.

Pihaknya mengaku telah mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Maros untuk meminta penjelasan terkait penghapusan anggaran tersebut.

Namun hingga kini, belum ada kepastian mengenai keberlanjutan pembayaran honor guru PAUD.
“Kami sudah RDP, tapi belum ada kepastian,” katanya.

Fitriani menegaskan, apabila aspirasi mereka tidak mendapatkan respons di tingkat daerah, pihaknya akan membawa persoalan tersebut ke Kementerian Pendidikan guna mencari solusi dan kejelasan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Disdikbud Maros belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penghapusan alokasi honor guru PAUD dalam DPA Tahun 2026.(**)

Share This Article
Leave a review