oleh

Debit Air Sungai Meluab di Perbatasan Kabupate Lutra dan Lutim, Sekolah SD Nyaris Tenggelam

gemanews.id-Lutra-Aliran Sungai Meluab yang menjadi Batas Kabupaten Luwu utara dan Luwu timur mulai memprihatinkan,terlihat bibir sungai mulai mengalami abrasi dan semakin mendekati pemukiman warga dan sebuah sekolah dasar di desa Lauwo kec burau kabupaten luwu timur,kamis (11/2/2021).

Akibat aliran sungai tersebut menyebabkan Sekolah SD Nyaris Teggelam perkebunan warga rusak dan bahkan sudah menjadi aliran sungai Sejumlah pohon roboh jatuh ke sungai akibat terkena abrasi tersebut.

Sebagian warga berdomisili sekitar Sungai secara kebutulan  kebun mereka, abrasi di sungai itu sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu dan mulai tahun 2019 kondisinya semakin parah hingga tahun 2021.tapi seakan pemerintah dua kabupaten tuli dan buta ungkap Asrul

“Asrul Warga berdomisili dekat Sungai tersebut mengaku sudah berulang kali melaporkan kepemeritah Kabupaten persoalan ini, pihak pemerintah tapi hingga sekarang¬† belum ada solusi, alasanya wilayah itu menjadi batas 2 kabupaten sehingga perlu di lakukan kordinasi namun hingga kini belum ada kejelasan nya”ujarnya

kemarin hujan deras, jadi debit air sungai meningkat dan meluap ke pemukiman,hingga membuat sungai meluap dan menggenangi sebagian lahan perkebunan warga “lanjutnya

Dari hasil pemantauan sendiri di lapangam wartawam melihat kondisi sungai memang harus segera dilakukan penanganan. Adapun hasil pemantauan bahwa sungai harus di luruskan atau di normalisasi dan di lakukan bendungan kira – kanan bibir sungai demi mengamankan Pemukiman warga dan sekolah Dasar yang ada. Kalau tidak di lakukan, maka kedepannya hanya daerah tersebut tinggal cerita. Karena lama ke lamaan akan habis di bawah arus aliran sungai.

Sementara tanggapan Pemerintah desa dan Pemerintah kecamatan saat di hubungi via whatshap, sungai bungadidi yang semakin mengikis wilayah desa lauwo dan dusun ujung tanah,desa bungadidi sudah berkali kali di upayakan solusinya oleh pemerintah kabupaten luwu timur maupun luwu utara.

Tapi hasilnya tidak maksimal, awal 2020 saya bersurat ke Bupati Luwu Timur dan telah ditinjau oleh pihak terkait baik oleh SKPD maupun anggota DPRD hasil peninjauan di lanjutkan oleh.Bupati ke gubernur sulsel melalui Balai Besar Sungai Je’neberang info yang saya dapat dari Pak desa lauwo.

Sementara itu samapai saat ini belum ada tanggul penahan banjir, jadi kalau debit air sungai tinggi dan curah hujan tinggi maka akan cepat meluap ke pemukiman warga akibat abrasi.

Menurut warga, tanah disisi sungai juga setiap harinya kian tergerus dan mendekati rumah . Saat ini dilewati Air sungai dengan pemukiman warga Sekarang ini jaraknya tinggal puluhan meter , jadi kami khawatir, kalau belum ada tindak lanjut lagi kalau banjir bisa-bisa rumah dan lahan perkebunan kami bisa dialiri oleh sungai. Oleh karena besar harapan kami, agar pemerintah bisa segera lakukan tindakan, ujar warga. (**)