oleh

Asmara Oknum Kasat Pol PP Makassar Berujung Maut, Najamuddin Meregang Nyawa

Gemanews.id.Makassar – Asmara sebagai bentuk perpaduan kasih cinta yang dapat membuat hati berbunga bunga dan segalanya menjadi indah disaat dua insan dilanda asmara bahkan rela mengorbankan apapun dan siapapun yang dianggap menjadi penghalang baginya. Terlebih lagi jika hubungan asmara menjadi segitiga, bisa fatal karena dibutakan oleh cinta, hingga salah satunya bisa saja meregang nyawa karena perebutan asmara.

Sebut saja dengan kejadian baru baru ini Di Kota Makassar, gara-gara cinta segitiga dengan wanita berparas cantik, salah satu Pengawai OPD Kota Makassar menjadi rebutan dua oknum ASN tanpa berpikir resiko, bahkan membuat jabatan dan masa depan keluarga hancur, akibatnya mantan anak buah meregang nyawa dengan ganasnya peluru bersarang di bawah ketiak korban Najamuddin Sewang (32) ASN Dishub Kota Makassar Sulsel.

Ket gambar: diduga wanita Cantik, cinta segitiga Berinisial R

Pemicunya diduga karena wanita berparas cantik ini menjadi rebutan asmara alias terlibat cinta segitiga, wanita rebutan berinisial R. Ini diperkirakan sekitar 30 tahun. yang diduga sebagai pegawai salah satu OPD lingkup Pemkot Makassar yang diduga sebagai penyebab tewasnya Najamuddin.

Awalnya belum terungkap, namun karena kehebatan penyidik Di Polrestabes Kota Makassar, tanpa membutuhkan waktu yang lama akhirnya terungkap otak pelaku penembakan pria dua anak tersebut. Ternyata pelakunya adalah pejabat yang bertugas sebagai Kasat Pol PP Kota Makassar adalah Iqbal Asnan.

Seperti yang telah dilangsir sejumlah media, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto dalam Perkara ini, menjelaskan ada empat orang telah ditetapkan tersangka, masing-masing berinisial S, MIA, N dan A. Kapolrestabes sebut, Iqbal Asnan sebagai otak pelaku dari penembakan berujung maut tersebut.Sementara, untuk tersangka lainnya, kata Budi berperan sebagai eksekutor yang menghabisi nyawa korbannya, dan penggambar situasi di lokasi kejadian.

“Untuk eksekutor sendiri dibayar oleh otak kasus penembakan itu,” kata Budi.(**)