Ad imageAd image

Aksi Mahasiswa Tuntut Pemekaran Luwu Raya Berakhir Ricuh, Enam Personel Satpol PP Terluka

admin
By admin 236 Views Add a Comment

Gemanew.id-Makassar — Aksi unjuk rasa mahasiswa yang menuntut pemekaran wilayah Luwu Raya di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, berakhir ricuh pada Senin (12/1/2026) sore.

Berdasarkan pantauan media ini di lokasi, kericuhan terjadi saat sebagian massa aksi diduga melakukan perusakan fasilitas di sekitar Kantor Gubernur Sulsel. Gerbang kantor gubernur dilaporkan mengalami kerusakan, sementara sejumlah batu dilempar ke arah pekarangan yang dijaga aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Akibat kejadian tersebut, beberapa personel Satpol PP mengalami luka. Provost Satpol PP Kantor Gubernur Sulsel, Zulkarnain, mengungkapkan dirinya terkena lemparan batu di bagian pipi.

Ad imageAd image

“Kena batu ini,” ujar Zulkarnain sambil menunjukkan luka di pipinya kepada wartawan.

Ia mengatakan, tidak hanya dirinya yang menjadi korban. Sekitar enam personel Satpol PP lainnya juga dilaporkan mengalami luka di sejumlah bagian tubuh.

“Ada yang terkena di dahi, pipi, dan ada juga di belakang telinga,” ungkapnya.
Selain menyebabkan korban luka, aksi pelemparan tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada kaca mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik salah satu bank yang berada di dekat pos jaga Satpol PP.

Ad imageAd image

Hingga sore hari, aparat kepolisian dari Polrestabes Makassar bersama personel Polsek Panakkukang masih berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi situasi lanjutan. Dua unit kendaraan taktis milik Satuan Sabhara Polrestabes Makassar turut disiagakan di depan gerbang Kantor Gubernur Sulsel.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun koordinator aksi terkait kronologi lengkap kejadian serta jumlah pasti korban akibat kericuhan tersebut.

Share This Article
Leave a review