Gemanews.id-Tompobulu-MAROS — Ketua Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan, Akbar Polo, melontarkan kritik keras terkait banjir yang kembali melanda wilayah Tompobulu, Kabupaten Maros, saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Minggu (22/2/2026) hampir sepanjang hari.
Banjir dilaporkan merendam jalan poros Bonto Manurung–Bonto Somba, jalur Makassar–Maros.
Genangan air juga berdampak di sekitar Polsek Tompobulu dan merendam rumah-rumah warga dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Warga setempat menyebut banjir tersebut bukan kejadian pertama.
Mereka menilai genangan hampir selalu terjadi setiap kali hujan deras turun.
Dugaan sementara, luapan air dari sungai kecil dan besar tidak mampu mengalir optimal karena saluran drainase yang sempit dan tersumbat di sekitar lokasi.
Akbar Polo menilai kondisi ini menunjukkan perlunya penanganan serius dan terukur dari Pemerintah Kabupaten Maros serta anggota DPRD, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Ini membuat setiap musim hujan jalan pasti tergenang Air Alias Banjir.
Pemerintah Maros dan Provinsi dan anggota DPRD Maros harus segera mencari solusi, jangan diam dan tutup mata. Kasihan masyarakat Tompobulu Maros,” tegas Akbar.
Ia mendesak para wakil rakyat dari daerah pemilihan Tompobulu untuk tidak menunda langkah konkret dalam penanganan banjir, terutama terkait pengendalian luapan air sungai agar tidak kembali meluber ke badan jalan dan permukiman warga.
Selain menyoroti pemerintah, Akbar juga mengajak masyarakat dan pemuda Tompobulu untuk lebih aktif menyuarakan persoalan di wilayahnya, termasuk kerusakan infrastruktur seperti jalan berlubang yang dinilai masih memerlukan perhatian.
“Saya prihatin kepada masyarakat Tompobulu karena kebetulan ada rumah dan anak kami tinggal di sana.
Pemuda yang memiliki kemampuan SDM seharusnya ikut memikirkan kampungnya. Banyak jalan berlubang juga harus disuarakan untuk kepentingan bersama, jangan hanya berpikir untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.
Akbar menegaskan bahwa sikap kritis yang ia sampaikan bukan bermuatan kepentingan politik maupun pribadi, melainkan bentuk kepedulian terhadap masyarakat Tompobulu dan kampung halaman keluarganya.
“Saya bersuara bukan untuk kepentingan pribadi atau mencari keuntungan. Meskipun saya punya rumah di Desa Tompobulu, ini murni untuk kepentingan seluruh masyarakat Tompobulu,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Maros terkait langkah konkret penanganan banjir di wilayah Tompobulu.(**)


