oleh

Membiayai Keluarga dan Pendidikan, Bisnis Alat Motor Bekas Kerung Kerung Tetap Eksis

gemanews.id-Makassar-Menyebut nama kerung kerung, bagi siapa saja yang sering berbelanja alat alat kendaran motor bekas pasti sudah tahu. Memasuki area jalan kerung kerung akan nampak sejumlah barang bekas alat alat kendaraan dengan harga teejangakau dan bisa dinegosiasi.

Rumpung penjual alat motor bekas ini terbilang masih satu kerabat dan memilliki ikatan persaudaraan yang solid dan bersatu serta saling membantu satu sama lainnya. Pusat perdagangan alat motor bekas Makassar ini menjadi salah satunya andalan usaha bagi para pedagang yang meggeluti bisnis ini. Dari hasil usaha ini para pedagang ini mampu menghidupi kekuaraga dan mebiaya sekolah anak anak mereka sampai mendapatkan pekerjaan, bahkan dari hasil jualan alat motor bekas ini, salah satu diantaranya sudah sukses menjadi polisi .

Hariady Beta yang berprofesi Sebagai Penjual Alat-Alat Motor Bekas Jalan Maccini Baru mengaku menggeluti profesi ini sejak tahu 1970 han, awalnya m
asi ikut-ikut bersama ayahnya Almarhum Dg.Beta .

Ia mengaku walaupun dengan hasil keuntungan yang tidak terlalu besar , baginya sangat mensyukuri usaha yang digelutinya ini. Sebab dari hasil menjual barang bekas telah bisa menghidupi tiga orang anak dan tiga orang cucu.
Pekerjaan ini menurut Hariyadi, sudah menjadi pekerjaan turun temurung mulai anak, kemenakan sampai cucu.

“Saya dari beberapa orang bersaudara hidupnya hanya sebagai penjual alat motor bekas, dari hasil penjualan alat motor bekas ini pula, kami telah mampu meyekolahkan adek bungsu saya hingga akhirnya tamat sekolah dan alhamdulillah nasib baik berpihak, hingga adik saya bisa jadi polisi”. Ungkap Ady saat di temui Gemanews.Id

Alat motor bekas tersebut menurut Ady didapatkan dari jual timbang-timbang, tidak ada alat motor tersebut dari hasil motor curian yang kami beli , ketika ada yang menjual alat motor bekas mencurigakan, kami langsung melaporkan dipihak berwajib, kebetulan Polsek kerung-kerung sangat dekat dari sini. Kata Ady.

Suka dan duka dalam menekuni bisnis ini tentunya ada, “senangnya itu, kalau banyak pembeli yang datang, namun dukanya ketika ada alat motor yang sudah dibeli itu dikembalikan sipembeli karena tidak cocok, denga terpaksa kami harus menjual barang kami kepada penjual besi-besi alat motor bekas, untuk mengembalikan uang sipembeli, karena itu memang perjanjian. “Kami dalam menjalankan usaha ini selalu mengedepankan komitmen untuk menjaga kepercayaan karena pembeli itu adalah raja. Kata Ady.

Olehnya itu kami bersama dengan kelurga besar penjual alat alat motor bekas disini sangat menjaga bisnis ini sebagai salah satunya mata pencaharian kami . Dan sebagai masyarakat pedagang kami juga sangat berharap perhatian dan bantuan dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota Makassar demi menpertahankan bisnis usaha Kami disini. Harap Ady.

Penulis: Akbar Polo

Editor : Asrul

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.