oleh

Kontingen Gojukai Sulut Raih 13 Medali, AM.Iqbal : Prestasi Capai 81,25 Persen

-Nasional-611 Dilihat

gemanews.Id- Bekasi – Kontingen Gojukai Sulawesi Utara mengukir sejumlah prestasi Di Bekasi Jawa Barat. Raihan Prestasi ini dipastikan satu karateka asal Gojukai Sulut mewakili Indonesia Ke Filipina.

Satu Karateka Sulawesi Utara dipastikan ikut kejuaraan Dunia Karate di Philipina setelah menyumbang medali emas. Dari 16 kategori yang diikuti Gojukai Sulut pada Kejurnas Gojukai di Kota Bekasi Jawa Barat, (3-4/8/2019) , Gojukai Sulut sukses meraih 13 medali dengan rincian 2 emas, 5 perak dan 6 perunggu. 

Yang luar biasa 2 medali emas Gojukai Sulawesi Utara diraih karateka putri Vanesa Cinta Muaya dari kategori kata perorangan kelas 44 kg, dan kategori kumite perorangan putri pemula men 45 kg. 

Sedangkan 5 medali perak diraih dari kategori kata beregu putra atas nama Indra Kjongian / Romario Watupongoh dan Fratia Rundonuwu, kategori kedua adalah kagori kata beregu putri terdiri dari Sarah Rantung / Frederika Moningka / Elryca Mosal. 
Kategori ketiga adalah kumite perorangan putra kadet men 63 kg atas nama Gratio Rondonuwu, kategori ke empat adalah kumite perorangan putri pemula plus 45 kg atas nama Tesalonika Simboh, kategori kelima kumite perorangan putra junior men 61 kg atas nama Romario Watupongoh. 

Sedangkan 6 medali perunggu diperoleh pertama dari komite putri mines 55 atas nama Sarah Rantung, kedua Komite putra plus 84 atas nama Samuel Roeroe, ketiga kata perorangan kadek putra atas nama Gratis Rondonuwu, keempat kumite perorangan putra kadek men 50 kg atas nama Chartio Kaawoan, kelima kumite perorangan putri kadet plus 54 kg atas nama Citra Montolalu, dan kelima kumite perorangan putra pemula men 50 kg atas nama Kevin Malingkas. 

Ketua Gojukai Sulut Andi M Iqbal Arief SH MH (ex officio) Kepala Kejaksaan Tinggi SULUT, didampingi sekretaris Dr. Rooije R.H. Rumende, SSi.,MKes.menyatakan presentasi perolehan medali Sulut mencapai 81,25 %

Menurut Arief, pencapaian ini luar biasa jika dihitung persentasinya dari ikut kegiatan tanpa hasil/medali yang diperoleh. “Coba anda hitung, 16 kategori medali diikuti Sulawesi Utara, kami meraih 13 medali dengan rincian di atas. Apakah itu bukan prestasi? Dibandingkan ikut dan pulang tanpa medali. Pertimbangan lain lagi ini adalah sukses, sekiranya kegiatan ini dibuat di Manado sebagai tuan rumah, tentunya kami bisa mengikutsertakan lebih banyak atlit karna biaya transpor pulang pergi ke lokasi hampir tidak ada. Ini kami dari Manado ke Bekasi, berapa biaya transportnya. ?” tandasnya.

Selanjutnya menurut Arief, dengan medali emas yang diraih Gojukai Sulut pada kejuaraan ini, berarti atlit tersebut lolos untuk mengikuti kejuaraan dunia Gojukai di Philipina, dan Gojukai indonesia mengutus salah satu atlit Gojukai Sulut peraih medali emas di kejuaraan ini. Karena kejurnas yang dilaksanakan saat ini dalam rangka seleksi mengikuti kejuaraan dunia Gojukai di Philipina. Jadi semua peraih medali emas, akan diutus Gojukai Indonesia ke Philipina.

Menurut asisten pembinaan Kejaksaan Tinggi Sulut , A Syarief Harahap SH MH dengan adanya hasil di kejurnas Gojukai di Bekasi ini berarti pembinaan atlit Gojukai di daerah sukses. “Kita akan lebih tingkatkan pembinaan di daerah kedepan. ” imbuhnya.

Arief didampingi sekretaris Gojukai Sulut Rooije TH Rumende mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Gojukai Sulut, jajaran Kejaksaan Tinggi Sulut, dan pihak sponsor yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini.
(Release kasi Penkum Kejati Sulut).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *