oleh

Penyebab Kerusakan Jalan Nasional, Jalur Torut-Palopo Diduga Gagal Konstruksi

gemanews.Id.Makassar – Konstruksi jalan yang dilaksanakan tahun anggaran 2018 pada ruas jalan poros Rantepao Totaja Utara menuju Palopo, mengalami kerusakan.

Titik kerusakan ini kurang lebih sekitar 15 kilo meter dari Kota Rantepao menuju Kota Palopo.
Kerusakan jalan ini cukup memprihatinkan, pasalnya baru saja dikerja tahun anggaran 2018 lalu, namun telah mengalami kerusakan karena diduga terjadi kegagalan konstruksi.

Hasil Investigasi Lembaga Studi kajian Pembangunan ( LSM-LE
SKAP), “kami mencurigai adanya ketidaksesuaian saat tahapan pelaksanaan kegiatan, sehingga menyebabkan adanya penurunan pada badan jalan, akhirnya terjadi keretakan karena diduga proses pemadatan dasar yang dilaksanakan, sehingga inilah yang terjadi, karena sekuat apapun konstruksi jalan yang dilaksanakan jika dasar atau landasannya kurang bagus pasti akan terdampak kerusakan dikemudian hari”. Kata Wawan S.Ar, Ketua Harian LSM-LESKAP.

Lanjut dikatakan, salah satu buktinya adalah pada bahu jalan yang sudah retak tampak aspal bagian bawah yang diatasnya dilapisi campuran beton.
Idealnya lebih awal dilakukan pembongkaran atau membongkar aspal kemudian dilakukan pemadatan , setelah itu baru dilaksanakan penghamparan rabat beton, terang Wawan.

Wawan menambahkan, berdasarkan pemantauan di lokasi kerusakan jalan, bronjong yang terpasang sebagai penahan tanah masih utuh, ini menguatkan adanya indikasi jika pengerjaan pemadatan disinyalir tidak sesuai petunjuk teknis.

Olehnya itu dugaan kegagalan konstruksi perlu diteliti oleh pihak berwenang atau penegak hukum, karena tidak menutup kemungkinan adanya penyimpangan dalam proses konstruksi. Tegas Wawan.

Semaentara itu Pihak PPK BPJN, Wahida, yang dihubungi media melalui pesan Whatsaap, membantah kalau hal ini adalah kegagalan konstruksi, menurutnya tanah di Toraja tersebut sangat labil sehingga terjadi kerusakan.

“Maaf pak bukan gagal konstruksi memang daerah Toraja daerah yg tanahnya labil karena ini masih masa pemeliharaan jadi kontraktor perbaiki dengan pasangan batu kombinasi frame tapi masih turun jadi diliat dulu perkembangannya lagi keadaan tanahnya kemudian berusaha tangani karena ini masih tahap pemeliharaan ” Ungkap Wahida melalui pesan WA.

Lanjut dikatakan “Bronjong masih utuh karena tanah di bawah Bronjong yg turun karena antisipasi supaya perkerasan tidak runtuh maka penyedia ambil inisiatif perbaikan dengan pasang pasangan batu dan bapak bisa liat di sana ada beberapa titik langsung turun satu badan jalan namun perkerasan aspal tidak rusak jadi ini membuktikan adanya pengaruh alam pak”. Ungkapnya beberapa waktu lalu melalui pesan WA.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Post Terkait