oleh

Sikecil Ade Fitrah Ramadhan  Diduga Terkena Peluru Nyasar, Saat Terjadi Aksi Mahasiswa Di Jalan Sultan Alauddin

 gemanews.Id.Makassar – Aksi demonstrasi Mahasiswa  menolak Undang-undang KPK dan revisi RKUHP pada Selasa 24 September 2019 beberapa waktu lalu Di Kota Makassar, Tak hanya menyisakan luka bagi para pendemo dan wartawan yang sedang meliput. Luka  juga dirasakan oleh sikecil Ade Fitrah Ramadhan menderita sakit karena diduga terkena Di Duga peluru nyasar.

Ade Fitrah Ramadhan  adalah seorang anak berusia 10 Tahun, diduga terkena peluru nyasar  setelah pulang dari mesjid sekitar Jalan Sultan Sultan Alauddin Makassar  . Saat itu aksi mahasiswa yang berlanjut sampai malam  Didepan  Kampus Unismuh Makassar diwarnai bentrokan antara aparat kepolisian dan mahasiswa. Ade Fitrah  Ramadhan, umur 10 tahun. Diduga Terkena tembakan  Peluru  nyasar di bahu sebelah kanan. lokasi kejadian di Jalan Sultan Alauddin 3 dekat Mesjid Al-ikhsan Kelurahan Mangasa Kec Tamalate. kejadian Selasa Malam 24/9/2019, sekitar pukul 19:30 Wita. Setelah kejadian ayah korban bernama Daeng Nasir,  langsung melarikan putranya ke Rumah Sakit Bayangkara  Makassar

Kini korban yang  diduga terkena Peluru Nyasar Ade Fitrah Ramadhan 10 Tahun, Rabu Sore, 25/09/2019, Telah Kembali Ke Rumahnya Di Jalan Sultan Alauddin Tiga Kelurahan Mangasa Kec.Tamalate Kota Makassar Sulawesi Selatan

Menurut Andi, Kakak Korban Ade Fitrah Ramadhan  yang ditemui Di Rumahnya Jalan Sultan Alauddin Tiga Kelurahan Mangasa Kec Tamalate Kota Makassar .  Andi mengatakan,  Adeknya Ade Fitrah Ramadhan  adalah anak bungsu dari 12 bersaudara

“kami menduga jika adik saya terkena peluru nyasar. Saat itu menurut Andy. adiknya Yang Bernama Ade Fitrah Ramadhan  baru saja pulang dari Mesjid Usai Melaksanakan sholat. Nanti ketahuan setelah menerima telpon dari temannya adik  Saya, bahwa dia terkena peluru nyasar Kata Andy Kakak dari korban. Kemudian setelah sampai  Di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, saat itu saya mau foto tapi Hendphone saya saat itu Lagi lobet. Saat itu pula dokter sempat ingin memasukkan tangannya untuk mengeluarkan peluru, karena luka adek saya itu lebar sekali, dan baru bisa saya foto setelah adik saya sudah dioperasi. Kata Andy.kepada Wartawan gemanews.id

Namun demikian telah ditangani oleh pihak rumah sakit, pihak rumah sakit Bhayangkara tidak memberikan penjelasan resmi kepada keluarga korban terkait penyebab sehingga Ade Fitrah Ramadhan terluka.

Atas kejadian ini kata Andi “kami berharap kepada penegak hukum dinegara ini, untuk bisa mengusut kasus ini sampai tuntas. Dia juga berharap  kepada pelaku penembakan, jika benar adiknya terkena peluru nyasar,  untuk  diberi sangsi berat, mengingat adik kami saat ini masih kecil kedepan akan bagaimana nasibnya.

Terkait hal ini Kabid Humas Polda Sulsel Dicky Sondani yang dikonfirmasi gemanews.id, via ponsel mengatakan “tidak benar itu, tidak ada penembakan, yang ada hanya gas air mata dan water canon, tidak ada peluru karet dan tidak ada peluru tajam. Jelas Dicky.(**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.