oleh

Acara UMKM F8 di Makassar, Panitia Penyelenggara Rugikan Sejumlah Pengusaha Kuliner

Gemanews.id-Makassar-Harapan pedagang di acara UMKM pastinya ingin meraih keuntungan, namun hal itu mereka merasa dirugikan di acara F8 pada hari Kamis (07/09/2022), di Anjungan Pantai Losari Kota Makassar, sehingga para pedagang kuliner curhat ke jaring sosial. Sekjen DPP Gempar NKRI angkat bicara.

Askari membeberkan nama-nama pedagang kuliner yang mengeluh.

” Tolong panitia listrik dari hingga malam tidak menyala mana lagi bahan kami mau rusak minta solusinya,” kata Dewi, salah seorang pengusaha kuliner. Jumat (8/09/2022).

“Curhatan dari saudara Awhiland, mohon izin kak” Panitia kami perhatikan ini tentang pisang epe ko masih jualan minuman selain sarabba. Pada hal di TM sudah disampaikan kalau hanya sarabba saja minuman yang boleh dijual.

“Curhatan Rizka Purnamasari, bagai mana kah komplain listrik tolong ditanggapi?, Kulkasku dua-duanya tidak menyala (2-2), kue rusak semua. Kalau ini malam tidak ada perbaikan saya minta pengembalian dana (refund) saja dan ganti kue ku yang rusak ucapnya kesal.

Tambahnya Rizka Purnamasari curhat, kue ku rusak kalau di luar kulkas, saya sudah bayar untuk naikkan daya saya tenang dan protesji kalau panitia jamin kalau kue ku rusak diganti.

Wasekjen DPP Gempar menjelaskan, bahwa pihak pengelola atau panitia pelaksana F8 adanya komplain sejumlah pengusaha merugi besar
bayar sewa tenda SENILAI 5.000.000 di acara F8 Anjungan Pantai Losari, Askari mengingatkan agar pihak panitia tak terkesan tutup mata.

“Sudah banyak pedagang yang dirugikan, para pedagang adukan ke pihak penyelenggara. Tapi ya gitu, enggak ada tanggapannya,” kata Askari.

Inikan banyak pedagang yang datang di sini. Ya, kalau dibilang, pengunjung merasa sepi itu sudah pasti mereka tidak nyaman karena gelap. Orang jadinya cuma lewat

Para pengusaha kuliner berharap, Walikota Makassar Ir. H. Ramdhan Pomanto yang biasa disapa Dani Pomanto bertanggung jawab sepenuh atas kejadian ini, sangat merugikan orang banyak.

Saat media ini mencoba mengkonfirmasi pedagang kuliner yang merasa dirugikan, tak satupun orang mengetahui kontak No handphone panitia F8 tuturnya.(**)