oleh

Andi Rio Padjalangi : Komjen Pol Idham Azis Adalah Pilihan yang Tepat dari Presiden

gemanews.id.Jakarta – Komjen Pol.Drs.Idham Azis, dinilai sangat layak dan sangat pantas menjadi seorang kapolri, beliau merupakan pilihan yang tepat dari presiden. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang anggota DPR-RI dari Komisi tiga, Andi Rio Padjalangi.

Setelah melalui berbagai tahapan, Komisi III DPR RI  telah menyetujui  calon Kapolri Komjen Pol. Idham Azis diangkat sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Tito Karnavian.

Penetapan Komjen Pol Idham Azis, setelah melewati  uji kelayakan dan kepatutan   yang digelar Komisi III,  Rabu (30/10/2019), seluruh fraksi di Komisi III sudah menyetujui secara aklamasi untuk menjadi Kapolri.

Anggota DPR dari komisi tiga Andi Rio Padjalangi, menyatakan rasa terima kasihnya kepada Komjen Pol. Drs. Idham Azis.

“Saya ucapkan terima kasih kepada bapak Komjen Pol.Idham Azis, yang telah disahkan oleh DPR RI Sidang Paripurna Hari ini Sebagai Kapolri, dan saya secara pribadi dan teman teman dari komisi tiga, selain melakukan Fit and Proper,kita juga mengkuliti sampai kehidupan pribadinya.

Kami menyimpulkan bahwa beliau sangat layak dan sangat pantas menjadi seorang kapolri dan merupakan pilihan yang tepat dari presiden. Ungkap Andi Rio Padjalangi.

Lanjut Andi Rio, “saat mendatangi kediamannya kami sampai kedapurnya, kami melihat rumah tangganya dan kehidupan dari pada rumah tangganya serta kehidupan dari pada anak anaknya. Sosok beliau ini, memang tegas, ramah, berkarakter dan humoris .

Harapan saya dan harapan kita semua mudah mudahan ditangan beliau dapat menegakkan hukum terutama radikalisme, teror, mudah mudahan bisa diatasi atau lebih aman. Kami berharap bahwa ditangan beliaulah masyarakat lebih aman , nyaman kedepan, termasuk juga kepada personilnya, bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Harap anggota Komisi tiga asal Sulsel ll ini.

Ditanya terkait penanganan radikalisme oleh Kapolri , Andi Rio menyatakan bahwa saya yakini konsep beliau dan konsep itu sempat diutarakan di komisi tiga dalam rapat terbuka, jadi konsep beliau mengutarakan bahwa radikalisme itu adalah kekuatan seseorang atau kelompok, bukan agama , jadi jangan dihubungkan dengan agama. Tandasnya.

Penulis : Akbar Polo

Editor    : Asrul

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Post Terkait