oleh

Taufik Hidayat Ketua LMP Mada Sulsel, KPPU Harus Mengusut Terkait Melonjak Harga Masker

-Makassar-502 Dilihat

gemanews.id,Makassar-Temuan Laskar Merah Putih (LMP) menilai stok masker yang habis bukan karena pandemi virus Covid-19, namun akibat kabar palsu atau hoax membuat masyarakat cemas sehingga mendorong melonjaknya harga masker N95 dan masker reguler.

Ketua Markas Daerah LMP sulsel, Taufik Hidayat menjelaskan hal ini sebuah tindakan yang tidak berperikemanusiaan mengingat ini pandemi virus corana terbukti berbahaya mengancam nyawa warga Makassar dan umat manusia sisi bumi ini, bertentangan etika bisnis menanggalkan moralitas mengeksploitatif terhadap hak-hak konsumen, mengambil untung secara berlebihan di saat terjadinya musibah Virus Corona keresahan warga sulsel.Senin,16/3/2020

Terkait hal itu, di tambahkan Taufik, LMP mendorong KPPU lebih agresif menindak lanjuti laporan masyarakat sampai mengusut tuntas kasus dugaan tindakan sesat mengambil keuntungan berlebihan (exesive margin) yang dilakukan oleh oknum pelaku usaha atau distributor nakal disebut biadab.

“Menurut UU tentang Persaingan Usaha Tidak Sehat, tindakan exesive margin oleh pelaku usaha adalah hal yang dilarang, kami berharap pihak kepolisian jangan kendor sedikitpun menyeret pelaku penimbunan masker dan pelaku mark up harga masker sampai terjerat bunyi ketukan palu vonis penjara oleh yang mulia majelis hakim” tegas Taufik Hidayat dalam keterangan pers, Senin (16/3).

Taufik Hidayat menghimbau warga sulsel paham pengertian mengonsumsi barang dan jasa, termasuk pembelian masker corona, berhak atas harga yang wajar. Namun, warga sulsel diharapkan juga agar membeli masker dalam jumlah yang wajar, sebaiknya jangan berlebihan, tak perlu melakukan panic buying. “Pembelian dalam jumlah berlebihan akan makin mendistorsi pasar,” tutup Taufik Hidayat yang bagi kalangan organisasi manapun di sulsel, keberadaanya dikenal  berani mati terkait kepentingan masyarakat dan gangguan NKRI.