oleh

Rampungkan S2, Pendiri UKM Sodec Unhas Raih Predikat Cum Laude

gemanews.id.Makassar-Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menggelar Wisuda Sarjana, Magister, Doktor, Spesialis, dan Profesi periode pertama tahun ajaran 2019/2020. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu (4/9) dan Kamis (5/9) di Baruga A.P. Pettarani Unhas.

Wisuda Periode satu tahun ajaran 2019/2020 ini menghasilkan 2.363 wisudawan yang berasal dari 16 fakultas dan sekolah pascasarjana.

Salah satu mahasiswa program pendidikan magister (S2) yang diwisuda yakni A. Hasan Al Husain. Ia merupakan peserta wisudawan Pascasarjana Ilmu Komunikasi angkatan 2017 yang mendapatkan predikat Cum Laude dengan IPK 3,98. Dengan prestasinya itu, ia juga mendapatkan penghargaan sebagai lulusan terbaik program magister di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas.

Selama kuliah, pendiri dan pelatih Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sospol Dance Club (Sodec) FISIP itu tidak hanya memiliki prestasi dalam bidang akademik. Ia juga memiliki banyak prestasi di bidang non-akademik. Dia tercatat pernah menjadi juara 2 kategori oenyaji tari terbaik dalam kompetisi 12th national Folklore Festival 2018 dan 2019 yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia.

Alumni Ilmu Hubungan Internasional FISIP Unhas 2014 ini juga sempat menjabat menjadi sekertaris umum di Asosiasi Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi FISIP Unhas periode 2018-2019, dimana asosisi ini merupakan asosiasi mahasiswa pascasarjana pertama yang berada di bawah lingkup Unhas.

“Menjadi seorang mahasiswa pascasarjana, tidak membatasi ruang saya untuk berprestasi dan melakukan kegiatan kemahasiswaan, tidak ada yang berbeda antara S1 dan S2 hanya tingkatan stratanya saja, jadi tidak menjadi penghalang untuk menjadi mahasiswa yang aktif di berbagai kegiatan non akademik,” tutur Husain.

Husain berencana akan melanjutkan pendidikan doktoralnya dengan konsentrasi komunikasi lintas budaya dan diaspora.

“Jika Allah memberikan kesempatan, InshaAllah saya akan melanjutkan pendidikan S3 saya di dalam atau di luar negeri dengan konsentrasi komunikasi lintas budaya dan diaspora. Universitas yang dituju sebagai tujuan belum ada, tapi saya berharap bisa melanjutkan pendidikan doktoral saya di Jerman,” ungkapnya.

Pria kelahiran 25 tahun silam itu juga mengaku senang sekali bisa berbagi ilmu dengan teman-teman di lingkup FISIP Unhas dalam ranah riset dan karya.

Diketahui, awal tahun 2019 dia menampilkan karyanya di Perpustakaan Nasional dengan judul tarian ‘Pajjaga Pittara Ogi’ yang artinya sang penjaga fitrah bugis. Dia mengangkat tradisi pencucian benda pusaka di kabupaten Soppeng yang dilakonkan oleh Bissu saebagai pendeta adat bugis kuno.

“Semoga kedepannya UKM-UKM seni di lingkup Unhas dan FISIP khususnya bisa menerapkan riset sebelum melakukan pembuatan karya, karena kita sebagai mahasiswa dan peneliti harus melakukan penelitian sebelum membuat sebuah karya seni, karena selain itu bernilai sebuah nilai seni itu juga bernilai ilmu pengetahuan,” tutup Husain.

Penulis : Rudi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Post Terkait